Fotografer Wanita Kelas Dunia

Fotografer Wanita Kelas Dunia

Fotografer Wanita Kelas Dunia – Walaupun menemukan perempuan yang berprofesi sebagai fotografer cukup langka, berikut ini adalah tiga orang fotografer perempuan mulai dari Barat, Asia, hingga Indonesia yang telah sukses dalam pekerjaannya. Lewat karyanya mereka berhasil menginspirasi banyak orang di berbagai belahan dunia.

Annie Leibovitz
Annie Leibovitz adalah salah satu fotografer legendaris yang terkenal karena foto-foto potretnya yang menarik, terutama dari selebritas. Semua foto potret yang ia hasilkan selalu terasa intim. Ia memotret John Lennon pada hari dimana dia dibunuh. Annie Leibovits menjadi wanita pertama yang mengadakan pameran di Galeri Potret Nasional Washington pada tahun 1991. Annie lahir di Waterbury, Connecticut pada tanggal 2 Oktober, 1949. Ayahnya adalah letnan kolonel pada angkatan udara Amerika Serikat, sedangkan ibunya adalah instruktur modern dance. Di masa kecilnya, keluarganya sering berpindah tempat karena pekerjaan ayahnya, dan Annie kecil menghasilkan foto-foto pertamanya di Filipina pada waktu perang Vietnam. Bakat fotonya berasal dari ibunya yang menyukai tarian, musik, dan lukisan.

Hannah Reyes Morales
Diasuh oleh seorang single mother di kota Manila, FIlipina yang sangat sederhana, Hannah menghabiskan waktu masa kecilnya dengan membaca majalah-majalah tua National Geographic dan Life. Ketika ia mencoba turun dalam karirnya sebagai fotografer, Hannah mendapatkan beberapa tantangan untuk mengejar mimpinya. Misalnya menjual baju-bajunya di pasar untuk mendukung karya fotografinya, atau tidur di klinik gigi selama 3 bulan dan bertahan hidup dengan memakan mie instan. Untungnya, pada tahun 2014, Hannah mendapatkan penghargaan sebagai National Geographic Young Explorer, dan di tahun yang sama, ia pindah ke Kamboja untuk bekerja. Karya-karyanya telah diterbitkan di majalah National Geographic dan menerbitkan seri foto di The New York Times.

Nyimas Laula
Nyimas merupakan fotografer asal Jakarta yang mempelajari kaidahkaidah seni dan desain sejak ia menjalankan masa kuliahnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung. Memulai karirnya sebagai anak magang di Reuters International, Nyimas kemudian memberanikan diri untuk berkarir sebagai fotografer independen dan menetap di Denpasar, Bali. Walaupun masih berusia sangat muda, karya-karyanya telah diterbitkan di Reuters, National Geographic, Times Magazine, Washington Post, dan Wall Street Journal. Karya-karya Nyimas banyak berbicara tentang kemanusiaan dan permasalahan lingkungan di seluruh Nusantara, salah satunya konflik migrasi Rohingya di Aceh yang berlangsung pada tahun 2015.

Genset Diesel Berguna Untuk Fotografer

Jika selama ini kita hanya mengenal genset berguna untuk bangunan saja, ternyata hal tersebut kurang benar karena banyak fotografer yang membutuhkan genset diesel saat mereka ingin mendapatkan hasil foto yang sempurna. Misalnya saja begini, saat ingin mengambil foto di malam hari dan ternyata kondisi saat itu listrik dari pusat sedang bermasalah, tentu hasil jepretan yang diambil kualitasnya buruk karena tidak ada penerangan sama sekali. Beda halnya dengan ada genset, penerangan tetap ada karena listrik yang di konsumsi oleh lampu berasal dari mesin genset tersebut.

Sekarang anda sudah percayakan bahwa genset diesel berguna untuk fotografer ? Mesin ini harganya tidak mahal, berdasarkan informasi yang saya dapat, harga terbaru genset perkins di palembang berkisar 30 jutaan untuk kapasitas kurang lebih 13 kva.

Tags: