Di Pasar Smartphone, Huawei Kalahkan Apple

Huawei Kalahkan Apple

Huawei Kalahkan Apple – Produsen smarphone atau telepon seluler pintar dari Cina, Huawei, sukses merebut posisi kedua di pasar smartphone global sepanjang kuartal II tahun ini. Hasil riset dari firma konsultan Canalys menyebutkan Huawei menyalip Apple dengan volume penjualan 54,2 juta unit. Huawei pun menguasai 15,8 persen pasar ponsel pintar, di bawah Samsung yang memegang 20,9 persen pasar dengan volume penjualan 71,5 juta unit. Sedangkan Apple menjual 41,3 juta unit iPhone dan menguasai 12,1 persen pasar. Dengan demikian, untuk pertama kalinya Apple tergusur dari posisi dua besar produsen ponsel pintar dunia. Apple dan Samsung biasanya bergantian menjadi jawara industri ini.

Menurut analis Canalys di Shanghai Cina, Mo Jia, Huawei mengembangkan strategi jitu dalam enam bulan terakhir. Merek itu sukses melipatgandakan penjualan dengan berkonsentrasi di lini produk murah alias ponsel pintar low end. “Huawei juga mengadopsi teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan dalam chipset NPU hingga memasang fitur triple camera,” kata Jia. Produk Huawei, seperti P20 dan P20 Pro, terjual sangat cepat di Cina dan beberapa negara lain, misalnya Rusia, India, dan Eropa Barat.

Di luar Cina, pengapalan Huawei P20 dan P20 Pro naik dua kali lipat dibanding produk sebelumnya, Huawei P10 dan P10 Plus. Kondisi sebaliknya terjadi pada Apple. Analis senior Canalys di Inggris, Ben Stanton, mengatakan kuartal II biasanya menjadi musim tersulit bagi Apple lantaran tak ada peluncuran produk baru. “Meski iPhone X menuai sukses di kuartal sebelumnya, sulit bagi Apple untuk mempertahankan pasarnya, dengan banderol semua produk yang relatif mahal,” ujar dia. Canalys memperkirakan pengapalan iPhone X turun dari 14 juta menjadi 8 juta unit di kuartal II.

Stanton juga mengatakan, untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, Samsung dan Apple tak mampu mempertahankan pasarnya. Pada kuartal II tahun ini, penjualan Samsung merosot 8 persen. Menurut dia, Huawei, yang kurang sukses di negara maju seperti Amerika Serikat, memilih berfokus di negara berkembang dengan smartphone murah, yang ternyata pasarnya jauh lebih besar. “Jika ingin bertahan, Samsung dan Apple mesti menciptakan portofolio yang lebih kompetitif,” katanya. Sedangkan hasil riset IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker menyebutkan pasar ponsel pintar dunia mengalami saturasi alias penurunan lantaran harga jual produk yang kelewat tinggi. IDC menyebut pengapalan smartphone pada kuartal II lalu mencapai 342 juta unit atau turun 1,8 persen dari periode yang sama pada 2017.

“Penurunan ini menandai lesunya pasar smartphone selama beberapa kuartal dalam setahun terakhir,” demikian petikan riset IDC. Selain Huawei, produsen telepon seluler asal Cina lainnya yang patut diwaspadai Apple dan Samsung adalah Xiaomi. Perusahaan ini merencanakan ekspansi global dengan membuka 2.000 toko dalam tiga tahun ke depan. Senior Vice President Xiaomi, Wang Xiang, mengatakan separuh dari toko-toko baru tersebut berlokasi di luar Cina dan dibangun bersama mitra bisnis. Separuh sisanya adalah milik sendiri dan berlokasi di Cina.

Wang mengatakan tahun lalu Xiaomi membuka cabang penjualan di Rusia, Uni Emirat Arab, dan Mesir. Mereka juga merancang fasilitas produksi di India dan Indonesia, khusus untuk mempermulus rencana ekspansi ke Asia Tenggara. Tahun ini, kata Wang, selain ke Asia Tenggara, Xiaomi akan berekspansi ke Eropa Timur. Produk yang ditawarkan masih sama, yakni telepon seluler pintar dengan harga tak lebih dari Rp 1,5 juta.

Tags: