Ternyata Penenelitian dari Para Peneliti mengenai Badan Manusia yang Mati

Peneliti sudah mengungkap bahwa tubuh manusia mati yang telah membusuk mempunyai aroma yang unik yang membedakannya dengan bau mayat mahkluk hidup lain, terlebih hewan.

Para ilmuwan dari Universitas Leuven di Belgia telah menemukan cairanl dari lima senyawa kimia yang dilepaskan oleh daging manusia yang membusuk, tapi tidak oleh hewan mati.

Peneliti peneliti percaya bahwa temuan, yang diterbitkan di dalam Plos sebagaimana dilansir dari laman The Week, 24 September, mampu secara lebih baik dibaui oleh anjing pelacak, yang digunakan oleh polisi dan tim penyelamat untuk mencari mayat, lebih-lebih sehabis bencana alam.

Eva Cuypers, seorang pakar forensik toksikologi dan penulis utama belajar tersebut, menyebutkan bahwa bahkan tim penelitian mampu menolong mengembangkan perangkat portabel yang sanggup mendeteksi mayat.

“Para peneliti telah mencoba untuk paham ‘bau kematian’ untuk lebih dari satu dekade,” katanya pada Elizabeth Pennisi dari Majalah Sains .

“Selama selagi itu (kematian), daftar organik, senyawa-senyawa yang dilepaskan selama pembusukan sudah berkembang memadai lama, namun udah ada laporan yang bertentangan perihal mana yang dikeluarkan cuma oleh manusia”, tambahnya.

Penelitian Belgia berikut dikatakan wajib menganalisis gas yang dipancarkan dari jaringan dan sampel organ dari manusia dan sejumlah hewan lainnya juga babi, tikus, kelinci, katak dan burung.

Para pakar forensik toksikologi bisa mengidentifikasi lima senyawa – dikenal sebagai ester (suatu senyawa organik yang terbentuk lewat penggantian satu atau lebih atom hidrogen terhadap gugus karboksil bersama dengan suatu gugus organik) – yang dikaitkan bersama kerusakan otot, lemak, dan karbohidrat dan sepenuhnya unik untuk manusia. lihat selengkapnya karoseri mobil ambulance 

ADVERTISEMENT

Namun John Sagebiel, seorang pakar analis kimia di Universitas Nevada, yang tidak terlibat didalam penelitian, menjelaskan bahwa penelitian itu terlalu terbatas. “Saya tidak berpikir ada satu hal spesifik yang menunjukan (bau tertentu) adalah milik manusia.”

Cuypers mengakui bahwa penelitian miliki keterbatasan tertentu, yang bakal dibahas di dalam penelitian lebih lanjut. “Langkah seterusnya di dalam penelitian kita adalah untuk melihat apakah senyawa yang serupa ditemukan di dikubur, atau mayat yang membusuk di lapangan dan untuk menyaksikan apakah anjing terlatih merespon pada campuran lebih spesifik dari tubuh manusia yang membusuk,” katanya.

Warga yang tinggal di kawasan Jalan Klampis, Kelurahan Tumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Selasa (28/5/2019) geger.

Pasalnya, Nuryati (66), warga setemoat ditemukan tewas di rumah kontrakannya.

Kondisi tubuh perempuan yang tercatat sebagai warga Jalan Joko Kandung, Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, itu udah membusuk bersama dengan posisi duduk di kursi ruang tamu.

“Korban tinggal sendirian di rumah kontrakan. Kondisi korban sudah membusuk, perkiraan dia meninggal lebih kurang tiga hari lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono.

Peristiwa penemuan orang meninggal di didalam tempat tinggal itu berawal berasal dari kecurigaan tetangga korban.

Beberapa tetangga yang tinggal berdekatan bersama rumah kontrakan korban mencium bau busuk yang terlalu menyengat.

Baca: Bayi 6 Bulan Ditemukan Hidup di Samping Mayat Orangtuanya Usai Terkurung Beberapa Hari di Motel

Mereka berupaya melacak asal bau busuk itu dan ternyata berasal dari rumah kontrakan korban.

“Warga melaporkan hal itu ke ketua RW, lalu sama ketua RW diteruskan ke Polsek Sukorejo dan Polres Blitar Kota. Setelah kami cek ternyata ditemukan orang meninggal di dalam rumah,” ujar Heri.

Heri mengatakan polisi langsung mengevakuasi mayat korban dan dibawa ke RSUD Mardi Waliyo untuk divisum.

Polisi termasuk udah laksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

Tadi evakuasi mayat korban di TKP bersama dengan bersama dengan taruna Akpol tingkat dua,” katanya.

Baca: Daftar Kuliner yang Wajib Dicoba waktu Mudik Lebaran ke Blitar

Dari hasil pengecekan sementara, polisi tidak mendapatkan gejala kekerasan terhadap tubuh korban.

Sedangkan berdasarkan keterangan sebagian warga, korban mempunyai riwayat penyakit sesak napas.

Warga tidak menyaksikan korban keluar tempat tinggal lebih kurang tiga hari ini.

“Di lantai memang ada darah, namun darah itu berasak berasal dari tubuh korban yang telah membusuk,” kata Heri.

Sementara otu, Sesosok mayat ditemukan mengapung di di bawah jembatan tepatnya di Gertak II, Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (23/5/2019).

Kawasan selanjutnya termasuk disesaki oleh warga lain yang melintas dan penasaran idamkan melihat, akibatnya sempat sebabkan proses evakuasi sempat terganggu. mampir ke keranda jenazah rumah sakit 

Baca: Bayi 6 Bulan Ditemukan Hidup di Samping Mayat Orangtuanya Usai Terkurung Beberapa Hari di Motel

We, satu di antara warga setempat mengatakan, mayat itu pertama kali diketahui oleh 2 siswa SMP yang kebetulan melintas di jembatan berikut kala pulang dari sekolah.

“Jadi tepat pulang sekolah, dia berdua melihat ke parit, tetengok kesitu (sungai). Dia kira itu boneka. dia panggil, bang-bang ini boneka ke mayat, sepertinya mayat, kata dia,” ujarnya menirukan perkataan siswa tersebut.

Setelah melakukan pengecekan, dipastikan terkecuali yang ditemukan selanjutnya merupakan mayat.

Warga selanjutnya melapor kepada pihak kepolisian.

Diketahui jenazah berjenis kelamin wanita ini memiliki tanda-tanda rambut pendek, pakai busana hitam dan celana pendek.

Polisi masih melaksanakan penyelidikan untuk menyadari identitas dan penyebab kematian korban.

Saat ini korban telah dibawa ke kamar jenazah RSUD Soedarso Pontianak, untuk ditunaikan pemeriksaan.

Dari Info yang didapat dari kepolisian, korban diketahui bernama Diyan Fajar.

Tags: