Tim Sepak Bola Irak Tetap Ikuti Asean Games

Tim Sepak Bola Irak Tetap Ikuti Asean Games

Tim Sepak Bola Irak Tetap Ikuti Asean Games – Federasi Sepak Bola Irak dikabarkan tetap akan mengirim tim sepak bola ke perhelatan Asian Games, yang berlangsung pertengahan Agustus ini. Keputusan ini sekaligus menghentikan spekulasi yang menyebutkan negeri itu akan mundur dari cabang olahraga sepak bola. Bukan tanpa sebab, tentu saja, bila spekulasi itu muncul. Sepak bola Irak tengah diguncang terungkapnya skandal pemalsuan umur yang dilakukan pengurus sepak bola negeri itu. Mereka melakukan kecurangan tersebut saat timnas U-16 mengikuti turnamen sepak bola junior U-16 wilayah regional Asia Barat, di Amman, Yordania. Ofisial tim itu berlaku tidak jujur dengan mengirim pemain yang usianya melewati batas yang ditentukan.

Kecurangan itu diketahui saat petugas di bandar udara di Bagdad meme- riksa paspor para pemain. Mereka curiga karena wajah para pemain terlihat lebih tua dari usia yang tertera di kolom identitas di paspor mereka. Padahal mereka sudah mencukur habis kumis dan jenggot. Para pejabat di bandara kemudian menyita paspor para pemain. Setelah dilakukan pemeriksaan, terdapat sembilan pemain yang usianya melebihi batas umur yang ditentukan. Seorang pengurus sepak bola Irak, yang identitasnya dirahasiakan, menuturkan apa yang terjadi dari kegiatan pemalsuan usia itu. Dia mengatakan para pemain diperintahkan mencukur kumis dan jenggotnya agar terlihat lebih muda.

Namun ternyata hal itu tak ampuh. Mereka diketahui berusia lebih dari batas yang ditentukan. Rata-rata mereka berumur 18 tahun. Gara-gara skandal itu, semua ofisial yang terlibat dalam tim ini kemudian dipecat. “Staf teknis dan administrasi dari tim U-16 telah diberhentikan. Kemudian, untuk para pemain yang memalsukan usia mereka juga akan diberikan sanksi,” demikian keterangan resmi dari Federasi Sepak Bola Irak. Sebenarnya ini bukanlah kasus yang pertama dalam sepak bola Irak.

Sebelumnya, awal tahun ini, 18 pemain diskors karena berusaha mengaburkan usia sebenarnya dengan cara merusak kartu identitas mereka. Aksi mereka ketahuan setelah seorang aktivis mengunggah kartu pemilih milik para pemain sepak bola itu di jejaring media sosial. Rupanya, mereka telah ikut dalam pemilihan umum Mei lalu. Seperti diketahui, hanya mereka yang berusia 18 tahun yang memiliki hak ikut dalam pemilu. “Tapi skandal itu tak pernah dianggap serius sampai kejutan pagi di bandara itu,” kata jurnalis olahraga Youssef Fael. Dalam perhelatan Asian Games, Irak berada di Grup C. Mereka berada satu grup dengan Cina, Timor Leste, dan Suriah. Sebanyak 26 negara ikut dalam cabang olahraga dalam perhelatan yang akan dimulai pada 10 Agustus mendatang.

Tags: